Tampilkan postingan dengan label Natar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2024

Mengingkari kebaikan suami

 Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari 'Atho' bin Yasar dari Ibnu 'Abbas berkata, Nabi SAW bersabda: Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari. Ditanyakan: Apakah mereka mengingkari Allah? Beliau bersabda: Mereka mengingkari pemberian suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: 'aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu.

Menebar salam adalah bagian dari islam

 Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari Abdullah bin 'Amru bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW; Islam manakah yang paling baik? Nabi SAW menjawab: Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.

Jika islam bukan makna secara hakikat

 Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqash dari Sa'd, bahwa Rasulullah SAW memberikan makanan kepada beberapa orang dan saat itu Sa'd sedang duduk. Tetapi Beliau tidak memberi makanan tersebut kepada seorang laki-laki, padahal orang tersebut yang paling berkesan bagiku diantara mereka yang ada, maka Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh Aku melihat dia sebagai seorang mukmin. Nabi SAW membalas: atau dia muslim? Kemudian Aku terdiam sejenak, dan Aku terdorong untuk lebih memastikan apa yang dimaksud Beliau SAW, maka Aku ulangi ucapanku: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh Aku memandangnya sebagai seorang mukmin. Nabi SAW membalas: atau dia muslim? Lalu Aku terdorong lagi untuk lebih memastikan apa yang dimaksudnya hingga Aku ulangi lagi pertanyaanku. Lalu Nabi SAW bersabda: Wahai Sa'd, sesungguhnya Aku juga akan memberi kepada orang tersebut. Namun Aku lebih suka memberi kepada yang lainnya dari pada memberi kepada dia, karena Aku takut kalau Allah akan mencampakkannya ke neraka. Yunus, Shalih, Ma'mar dan keponakan Az Zuhri, telah meriwayatkan dari Az Zuhri

Pendapat bahwa orang iman adalah perbuatan

 Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus dan Musa bin Isma'il keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang Islam, manakah yang paling utama? Maka Rasulullah SAW menjawab: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu ditanya lagi: Lalu apa? Beliau menjawab: Al Jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah). Lalu ditanya lagi: Kemudian apa lagi? Jawab Beliau SAW: haji mabrur.

Memberi kebebasan kepada yang bertaubat

 Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Al Musnadi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu Rauh Al Harami bin Umarah berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Waqid bin Muhammad berkata; Aku mendengar bapakku menceritakan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah

Malu adalah bagian dari iman

 Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik bin Anas dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati seorang sahabat Anshar yang saat itu sedang memberi pengarahan saudaranya tentang malu. Maka Rasulullah SAW bersabda: Tinggalkanlah dia, karena sesungguhnya malu adalah bagian dari iman.

Tingkatan orang beriman dan amalnya

 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidillah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Shalih dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwasanya dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah SAW bersabda: Ketika Aku tidur, Aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya: Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah? Beliau SAW menjawab: Ad-Din (agama).

Minggu, 19 November 2023

Kontrakan Natar

Kontrakan Natar Segera Hubungi Nomor Di Bawah ini Atau Langsung Kelokasi Tujuan dengan alamat sebagai berikut :

Jalan Raya Bumi Sari Natar Gang Bima Lampung Selatan ( Ruko Ungu ) Tidak Jauh Dari Jalan Raya Setempat Masuk Jalan Bima ( Gang Bima ) Kira - Kira Dari Jalan Bima 6 Sampai 7 Rumah Pertigaan Gang dari jalan Bima. Hubungi Segera di Nomor Berikut : 085652216808

Berikut Gambar - Gambar Kontrakan & Kos Bumi Sari Natar Lampung Selatan.








Kamis, 23 Februari 2023

Jasa Pengetikan Online Murah di Bumi Sari Natar Lampung Selatan

Jasa Pengetikan Online Murah di Bumi Sari Natar Lampung Selatan

Kami merupakan jasa ketak ketik yang bergerak di bidang usaha pengetikan komputer Online yang akan membantu permasalahan anda bagi Anda mahasiswa/mahasiswi pegawai anak sekolah yang sedang banyak tugas pengetikan dan tidak sempat mengerjakannya kami menyediakan jasa pengetikan makalah skripsi proposal tugas sekolah tugas kantor dll. Baik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris karena kami memahami kesibukan anda yang begitu padat sehingga tidak memungkinkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Kami sebagai jasa pengetikan online menawarkan layanan jasa ketik online sehingga anda tidak perlu lagi bersusah payah untuk pergi ke tempat rental komputer cukup dengan menghubungi kami via sms atau email anda dapat mengirimkan soft copy hasil scan ataupun dalam format jpeg dengan cara mengirimkannya via email dokumen anda terjamin kerahasiaannya. 

Anda dapat mengantar dokumen langsung ke kantor kami atau mengirimkan naskah / dokumen yang akan diketik berupa hasil scan/ gambar atau berupa file pdf ke email kami. Apabila naskah/ dokumen berupa hardcopy anda dapat menggunakan jasa pengiriman paket.

Kami menerima jasa pengetikan online seluruh Indonesia. Jasa ketikan yang kami layani antara lain : Surat menyurat label / tabel / jadwal Makalah / skripsi Daftar Menu / Program Kerja Harga Harga jasa pengetikan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yakni banyaknya halaman spasi yang digunakan serta teks bahasa (bahasa indonesia dan inggris). 

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : Ketikan Teks Bahasa Indonesia ukuran kertas A4 spasi 1 Rp 2.000/Lembar spasi 15  Rp 1.500/Lembar Ketikan Teks Bahasa Inggris ukuran kertas A4 spasi 1 Rp 3.500/Lembar spasi 15  Rp 3.000/Lembar Ketikan Bagan grafik table rumus Harganya mulai dari Rp 5.000 (tergantung tingkat kerumitan)

Hubungi Segera 085652216808 ( Nino Nurmadi S.Kom )






Kontrakan & Kost Bumi Sari Natar

Kontrakan Bumi Sari Natar Lokasi Strategis Dekat dengan Jalan Raya ,Dekat dengan Sekolah Pendidikan TK, SD , SMP , SMA Bahkan Banyak Perusahaan Pabrik Di sekitar Kontrakan. Dan Harga Perbulan Sewa Kontrakan & Kost Dimulai Dari 500.000 Rupiah Saja. bisa Bayar Perbulan & Pertahun Untuk Menyewa Kontrakan Segera Hubungi Nomor Di Bawah ini Atau Langsung Kelokasi Tujuan dengan alamat sebagai berikut : 

Jalan Raya Bumi Sari Natar Gang Bima Lampung Selatan ( Ruko Ungu ) Tidak Jauh Dari Jalan Raya Setempat Masuk Jalan Bima ( Gang Bima ) Kira - Kira Dari Jalan Bima 6 Sampai 7 Rumah Pertigaan Gang dari jalan Bima.

Hubungi Segera di Nomor Berikut : 085652216808

Berikut Gambar - Gambar Kontrakan & Kos Bumi Sari Natar Lampung Selatan.













Jumat, 19 November 2021

Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya

Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، ” أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sallaam, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul Wahhaab Ats-Tsaqafiy, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Khaalid Al-Hadzdzaa’, dari Abul Minhaal, dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isyaa’ dan bercakap-cakap setelahnya. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 568; Shahiih Ibnu Khuzaimah no. 346] Oleh karena itu dimakruhkan tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan begadang setelahnya jika memang tidak ada keperluan. Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullah sampai membuat judul untuk bab ini : بَابُ الزَّجْرِ عَنِ السَّهَرِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ “Bab larangan dari begadang setelah shalat ‘Isya'”

Sabtu, 13 November 2021

Membaca dan memperajari kitab suci Al-Qur'an

Membaca dan memperajari kitab suci Al-Qur'an Rekan Muslim, terjadinya berbagai masalah kompleks dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, perusahaan dan bernegara, terjadinya karena semua bersumber kepada AL-QUR’AN TIDAK DIJADIKAN SEBAGAI PETUNJUK dan PEDOMAN HIDUP. Kinilah saatnya kita ”kembali untuk mendalami” kitab yang bersumber dari Allah SWT! (bukan karangan manusia !) tersebut. Al-Qur’an sebaiknya dipelajari secara SISTEMATIS, diungkap maknanya, digali kandungannya dan isinya sebagai PEDOMAN HIDUP. Bahkan secara transendental-psikologis, Al-Qur’an harus didekati secara emosional, MELIBATKAN PERASAAN dalam upaya menyelami makna terdalam dan hikmah tertinggi yang dimiliki. ”Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha Pemurah kepada mereka, mereka MENYUNGKUR, BERSUJUD dan MENANGIS” (QS. Maryam : 58) HR.Tirmidzi : ”Al-Quran adalah kitab Allah SWT yang berisi SEJARAH UMAT sebelum kamu, BERITA UMAT sesudahmu, kitab yang MEMUTUSKAN/menyelesaikan urusan di antara kamu, yang nilainya bersifat PASTI & ABSOLUT. Siapa saja yang durhaka ”meninggalkannya” pasti Allah SWT akan ”memusuhinya”. Siapa yang MENCARI PETUNJUK SELAIN AL-QUR’AN, PASTI AKAN TERSESAT. Al-Qur’an adalah tali Allah yang sangat kuat, PERINGATAN YANG BIJAKSANA dan JALAN YANG SANGAT LURUS”. Langkah yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan : .. Membacanya Mencatatnya Menghafalnya Memahaminya Mengamalkannya Perlu diingat, bahwa Al-Qur’an baru terbukti menjadi petunjuk ketika ada KENYATAAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN kita. Agar pendalaman Al-Qur’an yang kita lakukan semakin berimplikasi positif bagi kita dan manusia secara umum, maka dalam MENGEKSPLOITASI isi, kisah, hikmah Al-Qur’an seharusnya kita belajar kepada para ulama yang sudah lebih awal dan lebih panjang menadaburi Al-Qur’an termasuk sejumlah tafsir dan karya tulis. Sedemikian pentingnya sebuah kandungan makna/isi Al-Qur’an, sampai Allah SWT berfirman : ”Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya TUNDUK TERPECAH-PECAH disebabkan TAKUT KEPADA ALLAH SWT. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka BERPIKIR ! ” (QS. Al-Hasyr : 21) Beberapa hadits lain yang menceritakan keutamaan membaca & mengamalkan isi Alquran adalah.. Dari Jabir r.a. Nabi saw., beliau bersabda, “Al Qur’an adalah pemberi syafaat yang syafaatnya diterima dan sebagai penuntut yang tuntutannya dibenarkan. Barangsiapa menjadikan al Qur’an di depannya, maka ia akan membawanya ke Surga dan barangsiapa meletakannya di belakang, ia akan mencampakannya ke dalam neraka.” (Hr.Ibnu Hibbab dan Hakim). Dari abi Sa’id al Khudri r.a., ia menceritakan, “Pernah pada suatu ketika aku duduk dengan sekumpulan Muhajirin yang lemah. Dan sungguh, sebagian mereka menutupi dirinya dengan sebagian lainnya agar tidak terlihat auratnya, sedang seorang Qari membacakan (al Qur’an) kepada kami. Tiba-tiba datanglah Rasulullah saw. lalu berdiri diantara kami. Ketika Rasulullah saw. berdiri, Qari itu pun diam, kemudian beliau member salam dan bertanya, ‘Apa yang sedang kamu lakukan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang mendengarkan bacaan kitab Allah Swt..’ ‘Beliau bersabda, ‘Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan sebagian umatku orang-orang yang aku perintah agar bersabar bersama mereka.’ Kemudian beliau duduk ditengah mengatur kami. Kemudian beliau berisyarat dengan tangan beliau, ‘Melingkarlah kalian seperti ini!’ Maka wajah mereka pun tertuju ke a ah beliau. Beliau bersabda, ‘Bergembiralah kalian, wahai sekalian Muhajirin yang miskin, (kalian akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. Kalian akan masuk Surga setengah hari lebih dulu daripada orang-orang kaya, sedang setengah hari (akhirat) sama dengan lima ratus tahun’.” Dari Ubaidah al Mulaiki r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai ahli-ahli al Qur’an, janganlah kalian menggunakan al Qur’an sebagai bantal dan bacalah al Qur’an dengan sebenar-benarnya bacaan pada malam dan siang hari, sebarkanlah ia, bacalah ia dengan suara merdu, dan pikirkanlah isi kandungannya! Mudah-mudahan kalian beruntung. Janganlah kalian meminta disegerakan upahnya (didunia), karena ia mempunyai ganjaran (diakhirat).”

Doa Sholat Ghaib

Sholat Ghaib adalah menyalati jenazah akan tetapi jenazahnya tidak ada. Hal ini bisa terjadi karena tempat jenazah sangat jauh dari tempat tinggal kita atau mungkin telat, sehingga jenazah sudah dikuburkan. Bacaannya sama saja dengan shalat jenazah, hanya niatnya yang berbeda. Sholat Ghaib dilakukan berjama'ah di masjid atau di tempat ibadah lain. Adapun sebagai makmum, niatnya adalah: Ushalli `alaa man shallaa `alaihil imaamu arba`a takbiiraatin fardha kifaayatil lillaahi ta`aalaa. (Saya tunaikan sholat atas orang yang imam menyalatinya dengan empat takbir, fardhu kifayah karena Allah Ta`ala).

Solat Jenazah Ghaib

Hadith: Dari Abu Hurairah R.A katanya : Pada hari kematian Raja Najasyi (Raja Habsyah), Rasulullah S.A.W mengumumkannya kepada orang ramai. Sesudah itu baginda pergi ke tempat solat, lalu baginda takbir empat kali (Solat Ghaib) Huraian Hadith: Mayat yang ghaib boleh disembahyangkan walaupun telah dikuburkan. Yang lebih utama menyembahyangkan mayat ialah walinya, iaitu bapanya kemudian datuknya dan seterusnya ke atas, kemudian anaknya, cucu-cucunya dan seterusnya ke bawah, Di antara syarat-syarat untuk mengerjakan sembahyang jenazah ialah: 1. Orang yang hendak menyembahyangkan jenazah mestilah sudah akil baligh, suci daripada hadas kecil dan besar , menutup aurat dan mengadap kiblat. 2. Tidak disyaratkan masuk waktu, terutama jika ditakuti tubu mayat itu rosak, maka hendaklah disegerakan sekalipun dalam waktu yang tidak baik (makruh). 3. Jenazah itu mestilah telah selesai dimandikan serta dikafankan. 4. Imam solat jenazah wajib menjelaskan rukun-rukun dan cara-cara sembahyang jenazah itu kepada para makmum kerana ditakuti ada di antara yang hadir tidak mengetahuinya atau terlupa. Penerangan Solat Jenazah Ghaib adalah solat terhadap jenazah yang jauh atau telah dikebumikan dan tiada kesempatan untuk ahli keluarga si mati untuk menyembahyangkannya. Solat ghaib berlaku jika si mati berada jauh di seberang laut atau pada kadar dua marhalah (90km). Jika kurang dari dua marhalah maka solat tidak diharuskan. Jika kematian seseorang hanya diketahui selepas dikebumikan jenazahnya maka diharuskan solat dilakukan di atas kubur si mati. Solat ghaib disunatkan ketika mendengar berita kematian seseorang dan jika berlalu masa yang panjang maka ia tidak disunatkan dan ada pendapat mengatakan tidak sah. Cara melakukan solat ghaib sama seperti solat jenazah biasa cuma perbezaannya ialah: 1) Niat di hati untuk menunaikan solat ghaib. 2)Jenazah tidak berada bersama jemaah yang solat. Bagi yang tidak berkesempatan solat, diharuskan solat jenazah di atas kubur si mati dengan niat yang sama seperti solat jenazah biasa. Kitab ulama Syafie menjelaskan mengenai diharuskan solat ghaib dan solat jenazah di atas kubur selepas dikebumikan selain daripada Nabi. Adapun tempoh masa solat ghaib dikira ketika mendengar berita kematian atau pada hari yang sama. Adapun doa untuk si mati tidak ditentukan masa dan ada pendapat mengatakan bahawa maksud dari solat itu sendiri ialah doa untuk si mati dan diharuskan walaupun berlalu masa yang panjang. Ketika Nabi Muhamad S.A.W mendengar berita kematian Najashi (Raja Yaman) yang memeluk Islam maka Baginda dan sahabat melakukan solat ghaib. Berdasarkan peristiwa ini, maka solat ghaib adalah diharuskan. (Kitab Subulas Salam). Oleh demikian Imam Syafie, Imam Ahmad dan majoriti ulama terdahulu seperti Ibnu Hazm menegaskan, solat ghaib adalah diharuskan dan tiada seorangpun daripada sahabat selepas kewafatan baginda mencegah daripada melakukan solat ghaib. (Fathul Bari). Bagaimanapun, ada pelbagai pendapat ulama antaranya: 1) Imam Syafie, Imam Ahmad dan seangkatan dengannya berpendapat bahawa solat ghaib adalah disunatkan pada hari kematian berdasarkan peristiwa di atas. 2) Imam Hanafi dan Maliki berpendapat bahawa tidak disunatkan solat ghaib kerana ketiadaan jenazah dan digalakkan berdoa saja untuk simati. 3) Diharuskan solat ghaib pada hari kematian atau baru menerima berita meninggal seseorang dan cukup hanya niat untuk simati. (Fathul Wahhab). 4) Sebahagian ulama berpendapat bahawa diharuskan solat ghaib jika negeri si mati berada diarah kiblat dan tidak diharuskan jika berada di arah bertentangan. Namun, majoriti ulama bersepakat, doa supaya diampunkan dosa si mati serta diangkat darjatnya di sisi Allah dan sebagainya adalah diharuskan dan tidak dihadkan bagi tempoh masa tertentu.-sumber

Doa setelah Sholat Jenazah

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahirabbil `aalamiin. Allaahumma shalli `alaa sayyidina Muhammadin wa `alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samiiud du`aa''. Wa tub `alainaa innaka antat tawwaabur rahiim. Allahummaghfir li hayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghaa-ibinaa wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa untsaanaa. Allaahumma man ahyaitahuu minnaa fa ahyihii `alal Islaam, wa man tawaffaitahuu minnaa fa tawaffahuu `alal iimaan. (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad saw. Ya Allah - Tuhan kami - terimalah kami karena sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mendengar segala doa. Maka terimalah taubat kami karena sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Ya Allah, ampunilah orang-orang hidup kami, orang mati kami, orang-orang yang hadir dan tidak hadir dari kami, orang-orang muda dan orang tua kami orang-orang lelaki dan orang-orang perempuan kami. Ya Allah, kepada orang telah Engkau menghidupkannya dari kami, maka hidupkanlah ia dalam Islam dan kepada orang yang Engkau telah mematikannya dari kami, maka matikanlah ia dalam keadaan iman).

Sholat Jenazah

Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Artinya apabila ada yang mengerjakan, maka seluruh masyarakat di sekitarnya tidak berdosa. Namun apabila tidak ada seorang pun yang mengerjakannya, maka semuanya berdosa. Sholat jenazah dikerjakan dengan berdiri, tanpa rukuk dan sujud serta membaca takbir 4 kali. Syarat-syarat sholat jenazah adalah sebagai berikut: > Sholat jenazah sama seperti sholat biasanya, berarti harus menutup aurat, suci dari hadats besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya. > Menghadap kiblat. > Jenazah sudah dimandikan dan dikafani. > Jenazah diletakkan melintang di hadapan imam. Jika jenazah laki-laki hendaknya imam berdiri menghadap dekat kepalanya. Jika jenazah wanita, imam menghadap dekat perutnya. > Di belakang jenazah berbaris para jama'ah yang akan menyolatinya, imam paling muka. Rukun dan Cara Sholat Jenazah: 1. Niat menyengaja melakukan sholat atas jenazah dengan empat takbir, menghadap kiblat karena Allah. Kalau jenazah lelaki niatnya: Ushalli `alaa haadzal mayyiti arba`a takbiiraatin fardha kifaayatin ma''muuman / imaaman lillaahi ta`aalaa. (Saya tunaikan sholat atas mayit ini, empat takbir fardhu kifayah menjadi makmum / imam karena Allah Ta'ala). Kalau jenazah wanita niatnya: Ushalli `alaa haadzihil mayyitati arba`a takbiiraatin fardha kifaayatin ma''muuman / imaaman lillaahi ta`aalaa. (Saya tunaikan sholat atas mayit ini, empat takbir fardhu kifayah menjadi makmum / imam karena Allah Ta'ala). 2. Kemudian takbiratul ihram 3. Membaca surat Al-Fatihah. 4. Kemudian takbir kedua, diikuti dengan bacaan sholawat: Allaahumma shalli `alaa sayyidina Muhammadiw wa `alaa aalihi wa shahbihii wa sallim. (Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, keluarganya dan para sahabatnya). Atau bacaan shalawat yang lengkap: Allaahumma shalli `alaa sayyidina Muhammadiw wa `alaa aali sayyidina Muhammad, kamaa shallaita `alaa sayyidina Ibraahiima wa `alaa aali sayyidina Ibraahiim, wa baarik `alaa sayyidinaa Muhammadiw wa `alaa aali sayyidina Muhammad, kamaa baarakta `alaa sayyidina Ibraahiima wa `alaa aali sayyidina Ibraahiim, fil `aalamiina innaka hamiidum majiid. (Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw, dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah junjungan kami Nabi Muhammad saw dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang terpuji lagi Maha Agung). 5. Lalu takbir ketiga. Dalam posisi bersedekap, baca doa untuk jenazah: Allaahummaghfir lahuu warhamhu wa `aafihii wa`fu `anhu. (Ya Allah, ampunilah di kasihanilah dia, berilah kesejahteraan kepadanya dan maafkanlah kesalahannya). Kalau jenazah wanita doanya: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa `aafihaa wa`fu `anhaa. 6. Kemudian takbir keempat. Dalam posisi bersedekap, berdoa lagi untuk jenazah: Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinna ba`dahuu waghfir lanaa wa lahuu.

Cara-Cara Mengkafankan Jenazah

PERALATAN KAFAN > Kain putih (Bidang 45”) > Tali 5 utas. > Gunting. > Kapas. > Serbuk Cendana > Kapur Barus > Minyak Attar > Air Mawar. Cara Mengkafankan Jenazah. • Sediakan tiga atau lima utas tali yang dihamparkan di tempat perbaringan. • Ketinggian Jenazah diukur untuk menentukan kepanjangan kain kafan. • Kain kafan dipotong menjadi tiga bahagian. • Ketiga-tiga kain dihamparkan dalam keadaan bertindih antara satu sama lain. • Hamparkan kapas gulung tengah kain memanjang ke bawah mengikut anggaran saiz. • Serbuk cendana ditaburkan di atas kapas yang telah dibentangkan. • Angkatlah mayat tersebut dengan berhati-hati kemudian baringkan di atas kain kafan yang sudah di bentangkan. • Tutuplah jenazah itu dengan kapas yang telah disediakan pada bahagian-bahagian berikut: 1. Kemaluan. 2. Kedua-dua siku tangan dan dada. 3. Telinga. 4. Muka. 5. Kedua-dua kaki. • Sekali lagi taburkan serbuk kayu cendana di atas kapas yang berada di atas jenazah. • Kain kafan diselimutkan atau ditutupkan dari lembar yang paling atas sampai lembar yang paling bawah, satu persatu. • Ikat dengan tali kain yang telah disediakan sebanyak tiga atau lima ikatan. Bermula daripada bahagian hujung kaki, lutut, dan pinggang. Hendakla ikatan hidup (boleh dibuka) kerana tali ini akan dibuka semula ketika dalam kubur. • Biarkan bahagian muka terbuka untuk tatapan sanak saudara. • Tali di bahagian leher dan atas kepala diikat apabila jenazah sedia untuk diusung atau untuk disembahyangkan. • Setelah siap renjislah air mawar dan sapulah minyak wangi.

Cara-Cara Memandikan Jenazah

Peralatan Mandi Jenazah > Tempat Mandi Jenazah > Air Mutlak Secukupnya > Air Daun Bidara > Kapas > Putik Kapas > Sabun > Air Mawar > Minyak Attar > Serbuk Cendana > Kapur Barus > Sarung Tangan > Apron Plastik > Bekas Menjirus Air Orang-orang yang boleh memandikan jenazah/mayat. Jenazah Lelaki • Kesemua lelaki. • Isteri • Orang yang haram nikah dengannya. Jenazah Perempuan • Kesemua perempuan. • Suami. • Orang yang haram nikah dengannya. Cara-Cara Memandikan Jenazah • Pengendali mayat hendaklah memakai lengkap dengan sarung tangan dan apron. • Letakkan mayat ditempat mandi yang disediakan. • Siramkan mayat dengan air biasa dari hujung kepala sehingga hujung kaki. (Siraman air hendaklah bermula daripada kepala). • Istinjakkan lah mayat terlebih dahulu dengan menggunakan kain alas agar tidak tersentuh auratnya. • Angkat sedikit bahagian kepalanya sehingga paras dadanya. • Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan atau memicit-micit perutnya secara perlahan. • Membersihkan mulut dengan mengeluarkan segala sisa atau kotoran yang tertinggal. • Siram dan basuh dengan air sabun. • Bersihkan gigi. • Bersihkan hidung. • Bersihkan telinga. • Bersihkan jari tangan, pelipat lengan dan celah ketiak. • Bersihkan rambut. • Bersihkan jari kaki. • Selepas itu siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga. • Kemuudian bilas dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat. Lafaz niat memandikan jenazah: Lelaki: "Sengaja aku memandikan Jenazah (lelaki) ini kerana Allah Taala" Perempuan: "Sengaja aku memandikan Jenazah (perempuan) ini kerana Allah Taala" • Telentangkan mayat, siram atau basuh dari kepala hingga hujung kaki 3 kali dengan air bersih. • Siram sebelah kanan 3 kali. • Siram sebelah kiri 3 kali. • Kemudian mengiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah belakang. • Mengiringkan mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya pula. • Telentangkan semula mayat, ulangi menyiram dari kepala sehingga ke hujung kaki. • Sediakan air kapur barus. • Tutup seluruh anggota mayat dengan kain nipis (kain kapan). • Siram air yang dicampur dengan kapur barus di atas kain ini dari atas kepala sehingga ke hujung kaki. • Lepas itu wudukkan mayat. Lafaz niat mewudukkan mayat: Lelaki: "Sengaja aku mewudukkan jenazah (lelaki) ini kerana Allah Taala" Perempuan: "Sengaja aku mewudukkan jenazah (perempuan) ini kerana Allah Taala" • Lapkan menggunakan tuala pada seluruh badan mayat. • Cawatkan bahagian kemaluan mayat dengan cawat yang disediakan dan ditutup seluruh tubuhnya seluruh tubuhnya dengan kain. • Setelah itu, mayat diusung ke tempat perbaringan untuk dikafankan. • Segala bahagian yang tercabut dari anggota mayat, hendaklah dimasukkan ke dalam kapan bersama dengan mayat. (Contoh: rambut, kuku dll).

Perkara-perkara Yang Sunat Dilakukan Sebelum Jenazah Dikebumikan

Kitab Jenazah Perkara-perkara Sunat Perkara-perkara Yang Sunat Dilakukan Sebelum Jenazah Dikebumikan Bila seseorang itu telah meninggal dunia, maka sunat bagi orang yang hadir di majlis itu, melakukan perkara-perkara yang seperti berikut kepada jenazah tersebut: 1. Memejamkan kedua belah matanya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadith yang lalu dengan membaca: 2. Mengikat dagunya ke kepalanya dengan kain yang agak lebar sedikit dan bersih supaya mulutnya tidak ternganga dan tidak dimasuki oleh binatang-binatang kecil dan lain-lainnya. 3. Hendaklah diletakkan jenazah tadi di tempat yang tinggi sedikit seperti katil dan sebagainya di mana kakinya dilunjurkan ke arah kiblat dan kepalanya mestilah tinggi sedikit dari kakinya dengan diletakkan sesuatu alas di bawah kepalanya seperti bantal dan sebagainya. 4. Semua pakaiannya hendaklah ditanggalkan dan ditutup seluruh badannya dari kaki hingga habis kepalanya dengan kain yang tidak begitu tebal serta dilipatkan tepi kain sebelah atas ke bawah kepalanya dan tepi kain sebelah bawah dilipatkan ke bawah hujung kakinya. 5. Kedua-dua belah tangan jenazah itu hendaklah di atas dadanya tangan kanannya diletakkan di atas tangan kirinya seperti keadaan letak tangan semasa sembahyang dan sebaik-baiknya tangannya itu diikat dengan kain supaya tidak terbuka dan tidak terkulai ke bawah. Sebelum itu hendaklah dilipatkan kedua-dua belah lengannya ke bahu dan kakinya ke paha dengan perlahanlahan beberapa kali supaya lembut sendi-sendinya dan mudah memandikannya. 6. Hendaklah diletakkan di atas perutnya sesuatu benda yang agak berat sedikit seperti besi dan sebagainya untuk menjaga perutnya supaya tidak membesar dan tidak buncit tetapi janganlah diletakkan di atasnya Quran atau hadith.